Tampilkan postingan dengan label Hari ku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hari ku. Tampilkan semua postingan

You want me as much as I want you too. See? Distance is not obstacle. We are believe that we can through it as good as our dream. I want always remind you that you mean to me. May God give us His right path.

Selamat pagi. Tetap bersahabat ya, hari ini aku ada kuliah. Padahal yang kita tahu bahwasannya hari sabtu itu perkuliahan libur. Tapi ya inilah mata kuliah Pak Jarot beliau tidak bisa jika jadwal kuliah hari selasa. Alhasil tiga kelas dijadikan satu tempat dan waktu. Kurang efektif sebenarnya tapi mau bagaimana lagi, di detik ini dosen masih tetap yang berkuasa dan kita yang membutuhkan ilmu. Sabtu ini aku punya agenda untuk menghadiri seminar pukul 8 tapi gegara kuliah ini tadi aku tidak bisa mengikuti seminar nasional ini. Mungkin suatu saat masih ada kesempatan lagi dan semoga memang kesempatan itu masih selalu ada untuk orang0-orang seperti aku.
Aku masih duduk menunggu dosen datang. Di gedung Pusat Bahasa di kampus ku ini

Hari ini Senin 4 November 2013, aku masih di kota tempat kelahiranku. Aku pulang ke rumah, karena libur. Sebenarnya Senin ini aku ada mata kuliah bahasa Arab, tapi aku memutuskan untuk izin tidak mengikuti karena aku masih di rumah yang jarak tempuh untuk ke kos lumayan jauh. Di sore ini aku menyaksikan hujan sendiri. Di ruang tamu yang berukuran tidak terlalu besar dan cukup untuk menampung lima atau enam tamu. Ku lihat hujan yang cukup deras disertai angin yang kencang dari balik jendela. Ku lihat juga dahan- dahan pohon yang sudah tua berjatuhan, serta dedaunan berhamburan. Di halaman rumah ku yang cukup luas terdapat dua pohon mangga yang mulai berbuah. Pohon mangga ini merontokkan sebagian daun yang telah tua. Aku lihat dari balik jendela ruang tamu ku, dedaunan memenuhi halaman rumahku. Itu artinya esok aku akan membersihkannya. Ternyata tak lama kemudian hujan yang sedari tadi berlangsung cukup deras berhenti seketika. Suara sisa air dari atap rumah berjatuhan ke bawah di halaman rumah ku. Senja kini datang menjemput, sayangnya aku tak bisa melihat matahari terbenam. Karena memang terlalu jauh untuk dapat  melihat matahari yang mampu tenggelam dengan menggunakan mata telanjang. Aku hanya menunggu hingga rasa malasku hilang untuk beranjak dari soffa di ruang tamu ku ini.

Sabtu tanggal 2 November 2013. Tak seperti mahasiswa pada umumnya aku berjalan menuju kampus meninggalkan kos-kosan. Di kampus ada agenda yang harus aku jalani, diantaranya mengikuti seminar dan workshop pariwisata, dan mata kuliah Pancasila. Aku dan teman ku menuju gedung untuk mengikuti seminar tersebut. Sesampainya di ruangan tersebt aku dan temanku duduk bersampingan bersama. Ternyata teman ku yang lain sudah menunggu di ruangan itu. Seperti kita tahu bahewa negar kita tidak pernah memiliki sejarah mengadakan acara secara on time. Selalu ngaret. Di jadwalkan acara tersebut dimulaipuku 08.00, tapi kenyataannya di lapangan acara di mulai pukul 09.30. Kapan negera ini bisa maju kalau kebiasaan buruk itu dari tahun ke tahun tidak pernah berubah. Miris memang.
Selamat menjalankan ibadah sholat jum'at buat kaum laki-laki. Sementara aku dan teman-teman masih duduk di taman fakultas sambil menyibukkan diri dengan laptop mereka masing-masing. Begitu pula dengan aku. Untungnya ada stop kontak untuk tempat me-ngecas laptop. Apa boleh buat, di mana pun aku membawa laptop ini tak sampai satu jam pasti sudah mati. Maklum saja laptop sudah tua. Tapi bagaimana pun juga ini laptop yang sudah membawa aku seperti sekarang, yang berdiri di sini, yang menyimpan banyak tabir dan kenangan. Aku sangat menyayangi laptop ini. Semoga laptop ini bisa menemani aku sampai aku menuai sukses nanti. Aamiin
Siang ini aku diemperan masjid kampus, duduk serius mengerjakan tugas mata kuliah dari salah satu dosen pembimbing. aku merasa kesulitan, karena tidak bisa hanya sekadar mengarang, harus benar-benar dari sumber yang jelas. Aku harus minta bantuan teman satu tim ku. Akh...tapi apa mungkin dia sedang dikampus, hari ini saja tidak ada jadwal kuliah yang harus diikuti. Aku mencoba mengirimkan pesan untuk dia, tetapi tak kunjung ada jawaban. Temanku lain ternyata berada di masjid ini kemudian aku mencoba meminta bantuan dia. Aku menitipkan laptop ku kepadanya sementara aku mengerjakan sholat dzuhur.
Setelah selesai mengerjakan sholat dzuhur aku menghampiri temanku yang duduk setia menunggui laptop ku. Tak lama setelah itu teman satu tim ku datang, ternyata dia ada di kampus sejak pagi tetapi dia tengah mengikuti acara di gedung SC. Syukurlah aku bisa meminta bantuan tentang problem yang tengah aku hadapi. Teman satu tim ku membantu menuliskan huruf arab di makalah itu. Perlahan makalah ini selesai juga setelah melewati beberapa proses. Teman satu tim ku berpesan agar makalah ini segera dicetak, dan dia juga memberikan ongkos untuk biaya pencetakan padaku. Kemudian dia bergegas pulang karena cuaca hampir hujan dan jarak tempuh rumah dia lumayan jauh.
Di emperan masjid ini, aku masih duduk bersama teman ku yang lain. Disini kita bercerita-cerita mengenai sekolah ku yang dulu, mengenai sekolahnya juga, dan banyak hal. Aku sennag bisa ngobrol banyak dengannya karena aku merasa nyaman dan nyambung ketika membicarakan suatu hal. Tapi, teman ku yang satu ini orangnya pendiam dan sedikit kaku dengan orang lain. Akh...sudahlah toh bukan dengan aku dia begitu. Tidak terasa kumandang adzan sudah bergema. Saatnya aku harus bergegas mengambil air wudhu dan mengerjakan sholat.
Selamat pagi rabu, semoga kau tetap bersahabat ya. Syukurlah mentari tak enggan untuk bersinar pagi ini. Masih diiringi awan yang berarak, semakin membuat semangat untuk memulai segala aktivitas hari ini. Pukul 10.00 aku sampai di kampus putih ini, kampus perlawanan, kampus rakyat (katanya). Duduk bersama sahabat-sahabat tercinta di taman adab ini tentunya. Akhhh...tapi ada saja yang membuat aku tak nyaman berlama-lama duduk di sini. Apalagi kalau  bukan asap hitam yang mengepul dari mulut mereka. Aku tak suka dengan ini. Sebenarnya apa sih manfaat mereka seperti itu?? Ahh sudahlah it's not my business ya.
Rabu yang indah ini semoga aku bisa melakukan hal-hal baik  untuk orang lain, semoga Tuhan selalu menyertai langkah ku, dan semoga Tuhan melindungi orang-orang yang aku sayangi dimana pun mereka berada. Aamiin
Pagi tadi aku dikejutkan dengan kedatangan ayahku, bahagia ku tak terkira. Beliau membawakan makanan untuk ku ke kosan. Haha maklum saja mahasiswa dan anak kos itu identik dengan  "kurang makan". Tapi syukurlah orang tua ku masih sanggup mencukupi hidupku dikos sampai saat ini. Memang baru beberapa bulan ini masuk kuliah, tapi rasanya sudah seperti lama sekali. Mungkin aku, kampus, dan orang-orang di dalamnya sudah memiliki chemistry tersendiri.
Hari rabu yang cerah jangan patahkan semangat ku pagi ini, aku tak ingin hai-hari ku tak berarti untuk orang di sekitar ku. Semoga semesta berpihak pada ku hari ini. Semoga hari kalian juga menyenangkan dan berusahalah bermanfaat bagi orang di sekitar kalian.
© 2013-2017 Dunia Hesti. Diberdayakan oleh Blogger.