Tampilkan postingan dengan label Secarik Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Secarik Ilmu. Tampilkan semua postingan







Pengantar Penulis

PANCASILA, sebagai bentuk dasar Negara Indonesia merupakan salah satu mata kuliah yang wajib diberikan kepada mahasiswa. Mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa mengerti dan mampu melaksanakan point-point penting yang terkandung dalam Pancasila tersebut. Pancasila tidak hanya sebagai simbolis Negara Indonesia, namun juga harus menjadi bentuk nyata dari sikap yang melahirkan generasi yang cerdas dalam peradaban. Dikaitkan dengan masyarakat, Pancasila sama pentingnya untuk memajukan perkembangan berbagai aspek kehidupan secara dinamis, khususnya sebagai akibat kemajuan teknologi. Jika ditilik lebih dalam, Pancasila memasuki hampir ke seluruh aspek kehidupan, khususnya warga masyarakat Indonesia.
Buku ini mencoba menguraikan sedikit point-point yang terkandung dalam Pancasila yang selama ini hanya dianggap sebagai dasar Negara semata tanpa menilik lebih dalam nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Kesenjangan dialami bukan sebagai akibat kurang pemahaman, tetapi semata-mata belum adanya usaha untuk menemukan cara-cara bagaimana bersikap sebagai warga Negara yang baik. Apalagi akhir-akhir ini banyak pejabat, yang kita anggap mampu memimpin jalannya pemerintahan justru menyelewengkan kepercayaan yang telah kita berikan. Maka dari itu, memahami nilai-nilai Pancasila tidak hanya tertuju pada nilai kebangsaannya saja namun juga bagaimana menjadi manusia yang berakhlakul karimah.
Dari permasalahan-permasalahan tersebut, akan diurai sedikit bagaimana pemecahannya dan apa yang mulai saat ini harus kita lakukan untuk menjadi warga Negara yang cerdas dan baik. Bahwasannya Pancasila di kalangan perguruan tinggi mestinya ditopang dengan pandangan Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia.  Dalam kajiannya dalam buku ini bahasa yang digunakan sangat ringan dan mudah dipahami semua kalangan. Buku ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat pembaca untuk menjadi warga Negara yang cerdas dan baik juga bagaimana aksi yang dilakukan, bukan sekadar teori belaka. Untuk itu, wajib bagi kalangan muda-mudi untuk membaca buku ini yang sedang gandrung-gandrungnya meneriakkan revolusi bagi negeri tercinta ini.


Pancasila

Pancasila sebagai suatu ideologi tidak bersifat kaku dan tetutup namun bersifat terbuka. Ideologi Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipatif, dan senantiasa menyesuaikan perkembangan zaman. Sebagai pelaku akademik kita harus memiliki sikap “ be a good and smart citizen”. Seperti yang telah kita tahu, mahasiswa sebagai agent of sosial control yaitu mahasiswa sebagai pelaku sosial dan pelaku perubahan terhadap negara dimana ia tinggal. Dimana kita harus memiliki sikap adil sejak dalam pikiran apalagi perbuatan. Pancasila tidak cukup hanya dihafal atau dibaca setiap upacara hari senin, tetapi sebagai warga Negara Indonesia yang baik kita harus mampu mengamalkan Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari.
Mahasiswa harus dituntut active, artinya kita tidak hanya sebagai mahasiswa “kupu” (kuliah pulang), “kunang” (kuliah nongkrong), ataupun “kura” (kuliah rapat). Sebagai mahasiswa kita diperkenankan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan di universitas agar kita mempunyai pengalaman dan memiliki pengetahuan bagaimana berorganisasi yang baik. Dari situlah kita memiliki jiwa yang bisa mendorong kita untuk berlaku sesuai dengan pengamalan Pancasila.
Argumentative, artinya mahasiswa boleh menyanggah pernyataan dosen jika memang itu salah. Tetapi sanggahan seorang mahasiswa juga harus memiliki alasan yang tepat. Bukan hanya sekedar menyanggah dan tidak memberi alasan yang tepat, itu bukan ciri mahasiswa yang argumentative.
Flexible, artinya mahasiswa mampu menyesuaikan dan mengendalikan dirinya. Mahasiswa yang fleksibel ialah mahasiswa yang mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus, mampu menyesuaikan diri dengan metode belajar yang berbeda di masa sekolah dulu.
Know what to do, artinya mahasiswa harus tahu apa yang harus mereka lakukan sebagai seorang mahasiswa. Mahasiswa harus mampu bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri maupun untuk masyarakat. Ketika dilingkungan kampus kewajiban mahasiswa belajar, ketika di lingkungan masyarakat mahasiswa harus aktif berorganisasi dan ikut serta menyampaikan aspirasinya.
Walk the talk, artinya mahasiswa harus mampu melakukan apa yang mereka katakan bukan sekedar berkata-kata tanpa ada tindakan yang nyata. Seperti era sekarang ini demo oleh mahasiswa sudah bukan menjadi trend lagi, mahasiswa yang intelektual seharusnya mempunyai cara lain untuk mengungkapkan aspirasi mereka. Misal dengan menulis artikel di surat kabar.
Think globally act locally, artinya mahasiswa harus mampu berpikir global namun tidak melupakan budaya atau nilai-nilai asli. Cara berpikir mahasiswa yang disebut sebagai agent of sosial control yaitu kita dituntut berpikir secara global/luas tetapi kita tidak boleh melupakan nilai-nilai lokal yang harus kita pegang teguh.
Uraian diatas yaitu sikap-sikap yang harus dimiliki mahasiswa  be a good and smart citizen” sebagai mahasiswa yang nasionalis dan berdasarkan Pancasila.


7 area soft skills: Winning Characteristics

Communication skill artinya kemampuan berkomunikasi. Seseorang tidak cukup hanya berbicara saja, tetapi dia juga harus mempertanggungjawabkan apa yang dia bicarakan. Anggap saja kita sedang belajar berkomunikasi sehingga kita selalu melontarkan pertanyaaan-pertanyaan kepada lawan bicara untuk mengetahui suatu informasi. Berkomunikasi harus selalu diasah dengan cara banyak membaca buku. Dengan membaca kita menemukan pengetahuan baru untuk menjadi tema dalam suatu pembicaraan. Dengan kata lain agar kita tidak ‘kudet’ atau kurang update.
Organization skill artinya kemampuan berorganisasi. Mau tidak mau di masyarakat kita akan selalu dihadapkan pada suatu organisasi. Disitulah kita harus mampu berperan aktif menyalurkan pendapat kita yang sifatnya membangun.
Leadership artinya kepemimpinan. Dimanapun kita berada kita harus mampu bersikap layaknya seorang pemimpin. Tidak harus dalam suatu forum yang besar, sifat kepemimpinan juga harus ada sekalipun itu diforum kecil yang tidak resmi. Kepemimpinan yang baik ialah mampu mengarahkan sesuatu kedepan dengan cara-cara yang logis dan mampu dijangkau akal manusia. Pemimpin juga harus mampu memberikan contoh yang baik kepada anak buahnya.
Logic artinya logika. Dalam menggali soft skill logika harus ikut berperan agar tidak bertindak semau gue. Logika berperan dalam mengatur setiap perilaku yang akan kita lakukan.
Effort artinya usaha/upaya. Usaha kita harus selalu kita gali agar mampu mendapatkan soft skill yang berkualitas. Usaha yang sungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasilnya, begitu pula seperti soft skill ini.
Group skill artinya kemampuan berkelompok. Dalam sebuah kelompok kita harus pintar-pintar menempatkan diri kita. Tidak hanya diam, seperti pepatah dahulu “silent is gold”, kini pepatah seperti itu sudah tidak berlaku. Diera sekarang kita harus pintar mengeluarkan pendapat, berperan aktif, agar tidak tertindas oleh jaman. Dengan begitu soft skill yang kita punya akan berkualitas dan mampu mendapatkan apresiasi.
Ethics artinya etika. Dalam menggali soft skill tak ubahnya etika juga sangat penting untuk dipehatikan. Bagaimana tidak, jika etika kita baik orang lain juga akan bersikap baik dan memandang kita sebagai manusia yang berkualitas begitu sebaliknya jika etika kita tidak baik niscaya orang lain akan bersikap tidak pula kepada kita.

Soft Skill

Soft skill memiliki beberapa aspek penting seperti berikut :
1.    Aspek kognitif, yaitu aspek yang berasal dari pemikiran-pemikiran otak seseorang.
2.    Aspek afektif, yaitu aspek yang menunjukkan bagaimana perilaku seseorang.
3.    Aspek psikomotorik, yaitu aspek ketrampilan yang dimiliki seseorang.

Manajemen waktu sangat penting bagi semua individu. Manajemen waktu adalah kunci bagi seseorang untuk memanfaatkan waktu yang tersedia secara efektif dan maksimal. “So manage your time wisely” itu kata-kata yang tepat untuk memanfaatkan aktu yang ada agar tidak menimbulkan kekacauan. Tips memanfaatkan waktu yang baik yaitu :
·         doing tomorrow’s thing yakni kerjakan segala sesuatunya sesegera mungkin, karena pekerjaan tidak akan mau menunggu. Siapa tahu dosen Anda akan memberikan tugas yang lebih banyak dari sekarang. Kuncinya kerjakan secepatnya tugas yang baru Anda terima, jangan menunda-nunda waktu, waktu yang terbuang sia-sia tidak akan terulang kembali.
·         Trik 5 menit yakni ketika anda merasakan malas untuk mengerjakan suatu pekerjaan, beri motivasi diri sendiri dengan mengatakan bahwa Anda akan mengerjakan dalam waktu 5 menit. Dengan begitu anda tidak menyadari bahwa telah menyelesaikan suatu pekerjaan dan tidak terasa bebannya.
Motivasi juga sama pentingnya seperti manajemen waktu. Setiap individu harus mempunyai motivasi untuk dirinya. Motivasi besar sekali pengaruhnya terhadap sesuatu yang akan kita hadapi, jika kita memiliki motivasi yang positif segala sesuatu yang ada pada diri kita akan berhasil baik. Maka dari itu beri motivasi terhadap diri sendiri agar kita mempunyai semangat yang terus membara untuk mencapai hasil yang maksimal.


Sejarah Pancasila
Kedudukan Pancasila adalah sebagai dasar Negara. Pancasila sebagai dasar Negara artinya nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila merupakan pedoman bagi Negara Indonesia dalam bernegara.
Sidang BPUPKI pertama diadakan pada tanggal 29 Mei-1 Juni 1945 membahas tentang calon dasar Negara Indonesia untuk Indonesia merdeka.Bung Karno menyumbangkan gagasannya mengenai dasar Negara yang kemudian diterima secara aklamasi. Kemudian BPUPKI membentuk panitia Sembilan untuk merumuskan Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno. Setelah melewati beberapa proses panjang, akhirnya gagasan dari Bung Karno itu dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 yang kemudian menjadi dasar Negara Indonesia merdeka pada tanggal 18 Agustus 1945.
Leadership
Kita tidak harus memiliki jabatan untuk menjadi seorang pemimpin.  Yang terpenting kita selalu berperan aktif. Pemimpin yang baik ialah pemimpin yang mampu membangun pengetahuan bersama, kemudian saling bertukar pikiran tentang pengetahuan itu kepada anak buahnya. Tidak semerta merta pemimpin itu selalu benar dan bersifat otoriter.
Pemimpin yang efektif yaitu pemimpin yang memiliki Visi. Visi yang jelas akan berpengaruh terhadap bagaimana kedepannya suatu agenda yang dia pimpin. Berinovasi tinggi juga penting bagi seorang pemimpin, karena dengan mempunyai inovasi-inovasi baru seorang pemimpin semakin dekat dengan anak buahnya dan semakin dikenal. Bertanggungjawab adalah pokok penting yang harus dimilki oleh seorang pemimpin yang efektif, karena dia harus berani menanggung resiko tentang apa pun yang telah dia perbuat kepada anak buahnya. Pemimpin yang efektif juga harus mampu menahan emosinya, jika pemimpin yang hanya bisa marah-marah didepan anak buahnya dipastikan anak buahnya tidak akan mau menuruti perkataan pemimpinnya karena mereka pasti merasa tertekan dengan sikap pemimpin yang tidak mampu menahan emosi didepan anak buahnya ini. Pemimpin yang efektif harus memiliki komunikasi yang baik, baik dengan anak buahnya, rekan kerja, ataupun masyarakat yang tidak terlibat dalam pekerjaannya sekalipun.
Menurut saya Jokowi adalah seorang pemimpin bukan seorang manajer. Karena dia telah melakukan sesuatu yang benar, artinya dia melakukan sesuatu yang benar tanpa melalui suatu prosedur yang demikian dilakukan oleh seorang manajer. Dia juga mampu berinovasi sesuai dengan keinginannya, bukan secara administrative yang dilakukan seorang manajer.
Demokrasi

Demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan.  Demokrasi yang  dikenal ada dua yaitu:
-          Demokrasi procedural yaitu demokrasi yang hanya digunakan sebagai formalitas
-          Demokrasi substansial yaitu demokrasi yang mengarah tujuan yang jelas seperti kebebasan berpendapat, memeluk agama, mencalonkan diri disebuah partai politik, dll.
Ada beberapa kriteria demokrasi menurut Robert. A Dahl  :
1.    Pejabat dipilih oleh rakyat, seperti yang terjadi di Negara swiss yaitu dengan cara one man one vote (satu orang satu suara).
2.    Pemilu yang bebas, adil, dan berkesinambungan.
3.    Kebebasan berekspresi
4.    Akses informasi, setiap individu memiliki hak yang sama untuk mengakses segala informasi dalam suatu Negara tertentu.
5.    Kebebasan berasosiasi.
6.    Kewarganegaraan yang inklusif, yakni hak-hak setiap warga Negara diakui Negara.
Sementara menurut Henry. B Mayo kriteria demokrasi :
1.    Terselenggaranya perubahan secara damai.
2.    Pergantian pimpinan.
3.    Membatasi penggunaan kekerasan.
4.    Menganggap keanekaragaman itu wajar.
5.    Menjamin tegaknya keadilan, yakni keadilan yang sesuai dengan porsi.
Berfikir Kreatif
Berfikir kreatif yaitu berfikir diluar kebiasaan (think out of box) karena banyak masalah didunia nyata yang tidak standar. Berfikir kreatif tidak harus menggunakan teknologi yang canggih. Secanggih apapun teknologi masih canggih otak manusia yang tiada batasnya. Berfikir kreatif harus fokus pada suatu masalah yang tengah kita hadapi, kemudian kita mencari jalan lain untuk mencari solusinya. Proses pencarian jalan keluar itu kita harus mampu memutar otak kita, yang mungkin tadinya otak kita selalu berfikir lurus seperti biasanya akan tetapi berfikir kreatif yakni mengubah cara kerja otak kita yang sebenarnya salah tetapi kita bisa membuat cara lain sehingga itu menjadi benar.
Pancasila dan Keberlanjutan NKRI

Indonesia ada karena atas dasar kesamaan nasib untuk bersatu, dan keinginan untuk bersama serta saling memiliki. Negara Indonesia terbentuk juga atas dasar kerja keras founding fathers. Indonesia lahir melalui Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan UUD 1945 yang ditetapkan oleh PPKI pada 18 Agustus 1945, pada bagian pembukaan memuat Pancasila sebagai dasar Negara.
*      Paradigma fungsi
Paradigma fungsi yang harus masyarakat laksanakan agar tetap lestari ialah:
ü  Pattern maintenance: kemampuan memelihara sistem nilai budaya yang dianut karena budaya adalah endapan perilaku manusia.
ü  Kemampuan masyarakat beradaptasi dengan lingkungan.
ü  Adanya fungsi integrasi dari unsur-unsur masyarakat yang beragam secara terus menerus sehingga terbentuk kekuatan sentripetal yang kian menyatukan masyarakat itu.
ü  Masyarakt perlu memiliki goal attainment atau tujuan bersama.
*      Pudarnya ideologi Pancasila. Saat ini Pancasila mulai memudar nilai0nilainya di kalangan masyarakat. Pancasila semata-mata hanya untuk mencari niai atau untuk kenaikan suatu jabatan, tidak mewujudkan substansialnya.
*      Membangkitkan kembali ideolohi Pancasila. Pancasila sebagai ideologi bangsa tetap mempunyai semangat untuk diperjuangkan. Pancasila perlu disosialisasikan agar dipahami oleh dunia sebagai landasan filosofis bangsa Indonesia dalam mempertahankan eksistensi dalam mengembanagkan menjadi Negara yang lebih baik dan modern. Tugas kaum akdemis untuk menjadikan Pancasila agar tetap eksis di masyarakat yakni dengan mempelaajarinya dan mempraktekkan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.

Filsafat Pancasila

Indonesia               Ibu Pertiwi, Nusantara
Pancasila merupakan ideologi terbuka. Pancasila merupakan aturan-aturan yang mengikat, membatasi. Pancasila tidak dapat berdiri sendiri karena merupakan satu kesatuan, jadi sila satu dengan sila yang lain saling berkesinambungan dan tidak dapat terlepas begitu saja. Pancasila bersifat antisipatif, dinamis, dan actual. Susunan Pancasila bersifat hirarkis dan berbentuk piramida. Urutan sila-sila Pancasila menunjukkan rangkaian tingkat dalam luasnya dan sifatnya (kwantitas dan kwalitas).
Pancasila merupakan dasar antropologis (perilaku). Pancasila terdiri dari lima sila, masing-masing sila tidak dapat berdiri sendiri-sendiri melainkan memiliki suatu kesatuan dasar ontologis. Pada dasarnya Pancasila pada hakikatnya adalah manusia yang memiliki hakikat mutlak monopluralis. Hakikat dasar ini juga disebut sebagai dasar antropologis.
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat juga merupakan suatu sistem pengetahuan(dasar epistemologis). Sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat juga memiliki suatu kesatuan dasar aksiologisnya sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya merupakan suatu kesatuan.
Sila pertama Pancasila  terkandung nilai bahwa Negara yang didirikan adlah sebagai pengejawantahan tujuan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Sila ke dua terkandung nilai bahwa Negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab. Sila ke tiga terkadung nilai bahwa manusia adalah sebagai makhluk sosial. Sila ke empat mengandung nilai demokrasi. Sila ke lima terkandung nilai yang merupakan tujuan Negara sebagai tujuan dalam hidup bersama.
Ideologi tertutup bersifat operasional. Ideologi ini merupakan cita-cita dalam suatu kelompok yang intinya merupakan tuntutan kongkret dan operasional yang keras, yang diajukan dengan mutlak. Indonesia saat ini melakukan amandemen ke IV dimana yang menggagas amandemen tersebut orang Asing yang duduk di kursi Menteri.


Masyarakat Madani

Masyarakat madani ini muncul ketika adanya Piagam Madinah. Masyarakat madani ialah suatu sistem dimana masyarakatnya memiliki kesadaran politik dan mampu menyumbangkan pikirannya demi kemajuan bangsanya.
v  Karakteristik masyarakat madani
1.    Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok eksklusif ke dalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.
2.    Menyebarnya kekuasaan, yaitu dengan mempunyai jiwa demokrasi.
3.    Dinegara berkembang terdapat masyarakat madani namun hanya sedikit individu yang memiliki kesadaran diri akan hal tersebut.
4.    Dilengkapinya program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.
5.    Terjembataninya kepentingan individu dan Negara.
6.    Tumbuhkembangnya suatu kreatifitas dalam suatu masyarakat.
7.    Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust).
8.    Adanya pembebasan masyarakat.
9.    Bertuhan, artinya masyarakat tersebut masyarakat yang beragama.
10. Damai, artinya menghormati pihak lain secara adil.
11. Tolong menolong tanpa mencampuri urusan internal.
12. Toleran, artinya tidak mencampuri urusan pribadi.
13. Keseimbangan antara hal dan kewajiban.
14. Berperadaban tinggi, artinya mempunyai rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan dan memanfaatkannya.
15. Berakhlak mulia.
Masyarakat madani dan civil society sebenarnya berbeda. Pencetus civil society adalah Adam Ferguson.
v  Karakteristik dasar dalam masyarakat madani
1.    Diakuinya semangat pluralism, artinya pluralitas telah menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat dielakkan lagi.
2.    Tingginya sikap toleransi (tasamuf), baik terhadap sesama muslim maupun non-muslim.
3.    Tegaknya prinsip demokrasi (musyawarah dalam Islam). Konsep demokrasi ini diambil dari World Bank.



v  Ciri-ciri masyarakat madani:
1.    Menjunjung tinggi nilai, norma, dan hukum yang ditopang oleh iman dan teknologi.
2.    Mempunyai peradaban yang tinggi (beradab).
3.    Mengedepankan kesederajatan dan transparansi (keterbukaan).
4.    Free public sphere (ruang public yang bebas).



Hak Asasi Manusia

Pada dasarnya manusia sudah memiliki hak selama dalam kandungan yaitu hak hidup. Menurut UU No. 39 tahun 1999 pasal 1 : Hak Asasi Manusai adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugrah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan dan pelindungan harkat dan martabat manusia.
Hak-hak asasi manusia dibedakan menjadi :
·         Hak pribadi (personal rights)
·         Hak ekonomi (property rights)
·         Hak politik (political rights)
·         Hak mendapat perlakuan yang sama (rights of legal equality)
·         Hak sosial dan kebudayaan (social and culture rights)
·         Hak untuk mendapatkan peradilan dan perlindungan (procedural rights)
Instrumen HAM
1.    Ketetapan MPR No. XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia
2.    UU No. 5 Tahun 1998 tentang menentang penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat manusia.
3.    Keppres No. 181 Tahun 1998 tentang Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.
4.    Keppres No. 129 Tahun 1998 tentang Rencana Aksi Nasional Hak-Hak Asasi MAnusia Indonesia.
5.    Inpres No. 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Non Pribumi.
6.    UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAk Asasi Manusia.
7.    UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi AMnusia.
8.    Amandemen kedua UUD 1945 (2000) Bab A Pasal 28A-28J.
Kejahatan Genosida adalah perbuatan yang dilakukan untuk memusnahkan seluruh atau sebagian kelompok, bangsa, ras, kelompok etnik, kelompok agama, dll.


Digital Citizenship

Sebagian orang mengatakan bahwa belajar kewarganegaraan yang digital (modern) tidak perlu, hanya kewarganegaraan saja sudah cukup untuk saat ini. Sebagian lagi mendesak bahwa kewarnegaraan yang digital sangat diperlukan untuk mendapatkan pengetahuan yang modern untuk berhubungan dengan teman, orangtua, dan guru.
Di abad ke 21 ada 9 elemen dari digital citizenship diantaranya:
ž  Digital Access (akses teknologi), dewasa ini mendapatkan informasi apapun secara online, sehingga dapat mempermudah pekerjaan.
ž  Digital Commerce (teknologi perdagangan), contohnya seperti membeli pakaian sudah mengggunakan sistem online lagi tanpa harus jauh-jauh ke butik/distro.
ž  Digital Communication (teknologi komunikasi), contohnya handphone mulai berevolusi menjadi smartphone yang terdapat fitur-fitur canggih.
ž  Digital Literacy (melek teknologi), teknologi dapat digunaakn dimana pun, dan kapan pun.
ž  Digital Etiquette (etika teknologi), teknologi juga harus di tempatkan dlaam situasi yang pas.
ž  Digital Law (hukum teknologi), penggunana teknologi yang cerdas yaitu dengan memenuhi hukum-hukum di dalamnya.
ž  Digital Rights and Responsibilities (hak dan tanggungjawab teknologi), teknologi bebas digunakan siapa saja selama orang tersebut bertanggung jawab.
ž  Digital Health and Wellness (kesehatan teknologi), ketika sesorang menggunakan teknologi, ia juga harus memikirkan kesehatan baik dirinya maupun gadget yang ia gunakan tsb.
ž  Digital Security (keamanan teknologi), setiap individu harus memiliki perlindungan terhadap setiap teknologi yang ia gunakan.
Digital citizenship menegaskan bahwa norma yang sesuai dan tanggungjawab merupakan bentuk penggunaan teknologi dengan cerdas. Dengan menggunakan teknologi akan memberikan dorongan kepada siswa untuk mengeksplore berbagai hal, pendidik juga mempunyai tanggungjawab untuk mendidik siswa untuk menggunakan teknologi dengan penuh tanggungjawab.




Kesimpulan

GOOD and smart citizen atau warga Negara yang baik dan pintar adalah salah satu bentuk tujuan nyata bimbingan Pancasila yang ada di perguruan tinggi. Pada dasarnya semua kemampuan-kemampuan untuk menjadi warga Negara yang baik dan pintar dapat diasah sejak dini. Manusia memiliki soft skill yang harus dikembangkan, banyak aspek dan manfaat yang bisa dirasakan ketika seseorang telah menguasai soft skill yang ia miliki. Soft skill yang dimiliki seorang mahasiswa yakni bagaimana ia bisa menyeimbangkan antara aktivitas akademik dan non akademik.
Mata kuliah Pancasila juga merupakan pendekatan individu dengan sistem kenegaraan secara tidak langsung dengan cara mengetahui apa saja yang ada dalam kepemerintahan Negara ini. Ketika Negara ini porak poranda sistem pemerintahannya, sebagai seorang mahasiswa tidak seharusnya serta merta menyalahkan mereka pejabat-pejabat yang diatas. Tetapi juga harus bertanya pada diri sendiri “apa yang dapat saya berikan pada Negara ini?”
Mahasiswa yang kritis harus mengetahui sejarah Negara dimana ia dilahirkan. Kemudian ia akan membela Negaranya ketika ada penyerang yang akan mencoba menjatuhkan negaranya. Banyak cara yang dapat dilakukan, tanpa harus melalui kekerasan. Mengenal sejarah tokoh pahlawan dahulu kala, merupakan salah satu bentuk kecil sebagai mahasiswa yang baik dan pintar dalam bernegara. Dengan begitu ia memahami arti penting kemerdekaan sebuah Negara dan perjuangan yang seperti apa dan ia juga menyadari bagaimana cara bersikap untuk menghargai perjuangan founding fathers mereka.
Jadi dari beberapa uraian yang terdapat dalam buku ini, dapat diambil kesimpulan bahwa semua warga Negara mempunyai hak yang sama baik dalam mengembangkan skillnya maupun sama-sama saling membela Negara ini. Tidak peduli agama, ras, atau kedudukan, mereka mempunyai satu visi yang sama yaitu membela Negara ini dan membuat Negara ini menjadi lebih baik lagi dengan tetap menghormati hak masing-masing individu, tetap berpegang teguh dengan dasar Negara Indonesia yaitu Pancasila.


© 2013-2017 Dunia Hesti. Diberdayakan oleh Blogger.