Melbourne

/
0 Comments
Melbourne merupakan salah satu kota yang menjunjung tinggi multikulturaalisme. Untuk mengenal bangsa-bangsa tidak perlu mengelilingi dunia, cukup datang ke Melbourne. Pemerintah Federal telah mencanangkan Melbourne sebagai a city of oppurtinity (kota peluang). Pemerintah telah menggariskan strategi multikulturalisme. Visi utamanya bahwa terlepas dari asal-usul seseorang, bahasa yng digunakan, atau kepercayaan yang dianut, mereka dapat membangun masa depan kota Melbourne dan dianjurkan untuk melakukan transisi dan imigran menjadi penduduk, kemudian menjadi warga Negara dan tetangga, dengan melalui tapak perayaan dan peluang yang tersedia.
Setiap orang tidak lagi dinilai afiliasi bahasa, agama, dan kepercayaannya. Mereka mempunyai kewajiban dan kesempatan yang sama untuk mewujudkan kemakmuran dan kenyamanan. Kebijakan federal soal multikulturalisme ini semakin mengukuhkan bahwa keragaman budaya bukanlah masalah. Keragaman budaya menjadi khazanah untuk mengumpulkan mutiara-mutiara yang tersimpan dalam setiap kebudayaan.
Soal multikulturalisme, amerika serikat adalah contoh  yang baik. Negara ini bisa menjadi besar karena mampu memanfaatkan keragaman budaya yang dibawa oleh para migran. Mereka mempunyai politik melting pot (meleburkan perbedaan menjadi satu). Amerika adalah Negara para migran, para migran ini dating dari para penjuru di seluruh dunia. Termasuk orang-orang arab juga banayk yang mengadu nasib di Negeri Paman sam ini. Para aktivis hak asasi manusia di Negara Arab lebih memilih tinggal amerika serikat daripada bertahan di Negara aslnya.
Dalam multikulturalisme yang ditekankan bukanlah peleburan, melainkan pengharagaan terhadap perbedaan. Perbedaan itu dirayakan dan dihargai untuk mewujudkan kebersamaan. Pemerintah federal meletakkan empat strategi yaitu partisipasi, perayaan, dukungan, dan kepemimpinan. Partisipasi artinya perlu meningkatkan keokutsertaan seluruh pihak untuk turut serta membangun kota Melbourne.  Dalam membangun kehidupan damai, kata kuncinya adalah partisipasi masyarakat. Masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi untuk membangun kedamaian dan toleransi. Sebagai kota yang warganya bersal dari berbagai latar agama, bangsa dan bahasa maka perayaan terhadap keragamana menjadi sesuatu yang niscaya. Setiap kelompok dapat menjadikan kebudayaannya sebgai modal sosaila untuk membangun kebersamaan. Semua pihak harus memberikan dukungan dan pelayanan kepada para pendatang sehingga mereka merasa at home di kota Melbourne. Untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan antar pelbagai budaya di perlukan kepemimpinan untuk menjamin keberlangsungan hidup mereka. Kepemimpinan yang betul-betul mempunyai komitmen terhadap multikulturalisme. Kepemimpinan merupakan kunci keberhasilan Melbourne. Pemimpin harus mempunyai mind set untuk menjadikan multikulturalisme sebagai salah satu cara untuk membangun kehidupan yang saling mengahargai dan menghormati.
Sekadar informasi, Melbourne merupakan salah satu kota yang mempunyai kekayaan budaya, bahas, dan agama. Menurut data yang pernah di rilis pada tahun 2001, sekitar 38 persen dari penduduk Melbourne lahir di luar negeri. Sekitar 30 persen lahir di Negara-negara yang terdapat 180 bahasa ynag digunakan oleh penduduk Melbourne. Kurang lebih 10 persen penduduk yang tidak menggunakan bahasa inggris di rumahnya . ada sekitar 100 agam dan keyakinan.



You may also like

Tidak ada komentar:

© 2013-2017 Dunia Hesti. Diberdayakan oleh Blogger.