Alur jalan*

/
2 Comments
Jalan ini pernah kita lalui
bersama;
debu dan lengangnya bersaksi
atas sesuatu yang pernah menjadi 'kita'.
Jalan ini pernah kita lalui
sepanjang canda, tangis air mata
beriring munuju singgasana.
Jalan ini pernah kita lalui
menyapa jumawa dan kalis
bahwa 'kita' bakal abadi.
Tapi itu dulu
sebelum kau putuskan: lelahmu.
Jalan ini masih berdebu dan lengang
bersama sunyiku yang menepi.
Bukankah tapak kaki terasa ringan
setelah berulang sisa debu sepatu memulas aspal hitam.
Sepertiku sekarang: ringan
tanpamu tanpamu.

*Sepanjang jalan menuju kampung Karangbendo


You may also like

2 komentar:

© 2013-2017 Dunia Hesti. Diberdayakan oleh Blogger.