Si Aku

/
2 Comments
Inilah aku, gadis kecil yang memiliki banyak angan dan cita-cita. Siapa pun kalian, tak ada yang mampu menjatuhkanku. Hidup ini terlalu singkat untuk meladeni si pembenci. Sudahlah, biarkan mereka mencibir memakimu bahkan memfitnahmu, tak perlu pedulikan mereka. Toh, bukan mereka yang menghidupimu, bukan mereka yang memberimu makan. Mereka hanya segilincir kerikil kecil yang mencoba untuk menjatuhkan. Tuhan selalu bersamaku dan aku percaya itu. Semua yang aku lakukan semata-mata untuk kebahagiaan oranglain, yang paling utama orangtuaku. Alhamdulillah sampai saat ini Allah masih sayang padaku, Dia masih memberi kesempatan aku untuk melakukan hal yang berguna bagi oranglain. Mungkin sebagaian dari mereka heran, kenapa aku tidak pernah murung, aku selalu ceria. Kuncinya adalah "think positive and stay husnudzon", Allah tahu apa yang hamba-Nya butuhkan meskipun terkadang kita masih saja kurang. Yah...itulah manusia, mereka tidak pernah merasa cukup dengan apa yang telah Tuhan mereka berikan.
Aku merasa hidupku lebih berwarna dan lengkap. Ada si penyayang ada si pembenci. Mungkin, kalau hidupku adem-adem saja aku tidak akan pernah tahu bagaimana menghadapi orang-orang yang tidak senang melihat aku dan tidak pernah mampu menjadi dewasa. Tuhan aku bersyukur pada-Mu telah Engkau ciptakan aku ke dunia ini. Aku sadar dengan segala kekurangan yang aku miliki aku masih punya semangat untuk membahagiakan orang-orang sekelilingku. Teruntuk orang tuaku yang tidak pernah lelah memberi dukungan baik moril maupun materil. Aku bangga memiliki orangtua rukun dan harmonis seperti kalian. Aku selalu berdo'a kepada Sang Maha Pencipta untuk selalu menjaga kalian, melancarkan segala urusan kalian, memberi kesehatan pada kalian agar suatu saat ketika aku telah menyandang kesuksesan dan mencapai cita-citaku kalianlah orang pertama yang akan memelukku sambil berkata "aku bangga padamu putri kecilku". Semoga malaikat dikanan dan kiri kalian selalu bisa mengawasi kalian. Aku sayang kalian Ayah dan Ibu. Aku tidak ingin membuat kalian kecewa dengan ulah-ulah nakalku. Aku yang sekarang akan mengubah segala tingkah burukku sewaktu sekolah umum kemarin. Suatu saat nanti semesta akan menjadi saksi atas mimpi-mimpiku ini. Aamiin


You may also like

2 komentar:

© 2013-2017 Dunia Hesti. Diberdayakan oleh Blogger.