Mau sampai kapan?

/
0 Comments
Hari ini saya mendapatkan kartu untuk pemungutan suara tanggal 9 april besok. Jujur saja, saya bukan orang yang menyukai politik ttapi saya sadar saya tidak boleh membenci politik. Toh kita hidup dalam suatu negar yang apa-apa serba diatur dengan politik. Jadi saya memutar otak saya kembali. Nah, tinggal berapa hari lagi kita akan menggunakan hak pilih kita untuk memilih calon-calon legislatif di daerah kita masing-masing. In fact, ini pertama kali saya menggunakan hak pilih saya. Untuk mahasiswa seperti saya mungkin tidak sedikit pula yang memilih golput (golongan putih), bagaimana tidak, mereka yang rata-rata sudah dewasa berpikir "ahh untuk apa memilih ini, hanya korupsi saja, gak memenuhi janjinya" dan bla bla bla berjuta alasan lainnya. Sering juga saya jumpai di sekitar tempat saya kuliah di Jogja tepatnya, hampir setiap hari jalannan sekitar kampus saya digunakan kampanye partai X. saya sudah tiga atau bahkan empat kali melihat kampanye tersebut. Dan kalian tentunya juga sudah tidak asing lagi, jikalau kampanye itu dilakasankan seperti apa. Ya, dengan bergerombol memenuhi jalan, menggunakan atribut partai yang mereka bela, dan ironisnya mereka tidak mengedepankan keselamatan. Mereka tidak menggunakan helm untuk para pengguna sepeda motor, dan tak jarang juga saya temui anka-anak dibawah umur mengikuti "ritual" ini. Entahlah... mereka terpaksa atau memang kemampuan mereka sendiri itu tidak penting bagi saya. Saya hanya berfikir, apakah dengan cara mereka seprti itu, kita para mahasiswa akan memilih mere? No. Mereka menggunakan cara-cara norak, dan kampungan (maaf kalau terkesan kasar). Dan yang membuat saya ilfeel ialah ketika foto-foto caleg dari partai tertentu dipasang di pohon-pohon, di pinggir jalan dengan visi-misi yang tidak jelas dan terkadang "nyleneh". Saya lelah melihat birokrasi negara ini, mau sampai kapan seperti ini??? Kita tidak juga tahu.


You may also like

Tidak ada komentar:

© 2013-2017 Dunia Hesti. Diberdayakan oleh Blogger.