Tolong Aku - The Rain and my story

/
25 Comments
Tolong aku sahabatku, dengarkan jerit hatiku.
tentang dia, tentang dia masih slalu tentang dia.
ajarkan aku bersamamu kemana pun engkau mau
tenangkan aku tenangkan aku  sabarlah tenangkan aku
dia pernah membuatku merasa sempurna
hingga aku pun menjanikan selamnaya
namun ternyata mimpi yang dia punya
berbeda berbeda....

aku takkan bisa hidup tanpa dia
dia yang membuat aku bahagia
tolong aku untuk melupakan dia
sungguh hanya itu yang aku pinta

dia pernah membuatku merasa sempurna
hingga aku pun menjaikan selamanya
namun ternyata mimpi yang dia punya
berbeda berbeda...

Petikan lagu The Rain di atas persis seperti kisahku. Iya. Kisah asmaraku bersama seorang laki-laki. Aku sangat mencintainya, tapi sudah terlampau sering aku dibuatnya sedih bahkan tak jarang aku menjatuhkan air mata. Terkadang aku lelah, terkadang aku hanya bisa diam, dan untuk berontak, aku tak sekuat dan semampu yang kamu pikirkan. Aku lemah. Terlampau lemah bahkan. Setiap kali dia melakukan kesalahan yang sama, aku selalu bisa memafkannya. Alasanku sederhana. Karena sakit akan memafkan lebih ringan daripada sakit harus kehilangan dia. Dia laki-laki yang baik, aku percaya itu. Tetapi entah sifat apa yang menguasainya hingga dia sering mengabaikanku. Pengabaian yang hingga detik ini masih tetap aku nikmati. Kamu mungkin tertawa, sedih, bahkan miris membaca postingan ini. Ya, silakan. Aku bukan gadis belia yang semerta-merta harus memutuskan hubungan percintaan lalu dengan mudahnya mencari pengganti. Tidak. Aku tidak bisa seperti itu. Aku percaya Tuhanku akan memberikan hasil yang terbaik atas penantian, kesabaran dan air mataku selama ini. Tuhanku tidak pernah tidur. Saat ini yang aku inginkan hanyalah, selalu menjadi Kekasihnya. Kekasih dari laki-laki yang sangat aku cintai.


You may also like

25 komentar:

  1. ciri khas anak bungsu: ia selalu merasa dirinya lemah, hey, tuhan memberikan ciri khas semacam itu bukan untuk membuat si bungsu menangis. seize the day, kata avenged 7fold (sebenarnya ungkapan itu jadi konsep hidup penyair dan cerpenis sepertimu, dan juga bisa ditemukan dalam injil): jangan menaruh harap terlalu banyak pada kata "mungkin", gapailah apa yang bisa membuatmu bahagia sekarang, sebab hidup terlalu mahal untuk dipertaruhkan pada sekata "mungkin" dan "semoga", :-D

    BalasHapus
  2. baru sampai segitu ilmu saya ahh kiranya belum pantas gaya menulisku kusebut 'ilmu' ya. terimakasih atas saran, jangan kapok mampir lagi di blog Dunia Senja ya :)

    BalasHapus
  3. santey, di mana ada puisi atau cerpen aku pasti mampir, ;-)
    jarang2 cewek zaman sekarang nulis blog yang isinya tentang cerpen atau puisi, adanya tentang fesyen mulu sama kuliner, :-D
    oya, ngomong2 tentang the rain, lagunya yang remake "sepanjang jalan kenangan" sangat bagus, tapi mungkin bikin galau teringat kisah cinta masa lampau, XD

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Ahh banyak ko yg suka nulis puisi kebanyakan yg galau galau gtu hehe
    Wahh boleh tuh search yutub

    BalasHapus
  6. oya? paling banter hanya ngutip meme tere liye, atau radit, tentu tak salah kalau mengutip orang yang kita kagumi, tapi lebih bagus lagi kalau suatu saat kita bisa melepaskan diri dari bayang mereka yang kita kagumi itu, ya gak, nona senja? ;-)

    BalasHapus
  7. Iya begitulah. Idola mempunyai peran penting loh, dia bisa memotivasi kita--contohnya.

    BalasHapus
  8. memang, setiap orang punya idola, karena kita tak memiliki semua hal, :-D

    BalasHapus
  9. tapi manusia teramat rakus ingin memiliki segalanya. yakan? tak bisa dipungkiri lagi.
    anyway I've been watching the rain-sepanjang jalan kenangan. and lovlovlovlove <3

    BalasHapus
  10. yah, itulah manusia, :-)
    iya lah, nadanya kan khas tu emang the rain, lebih bagus dr lagu asli sebelum remake malahan, :-D

    BalasHapus
  11. Dan ciri khas the rain lgi itu vokalisnya berkepala plontos :3

    BalasHapus
  12. hahahaha, aku gak memperhatikan masalah itu, kamu teliti banget ternyata, :-D
    ehm, ayo bikin puisi lagi, dewi senja, ;-)

    BalasHapus
  13. Kamu bkin puisi dong. Sebait saja :)
    Aku tahu, ilmu mu dalam per-puisian lebih mumpuni ;)

    BalasHapus
  14. hey, yang boleh nulis karya di blog kan pemilik blog, bukan komentator, :-D

    BalasHapus
  15. Nah si pemilik blog sekarang memepersilakan si komentator loh. Gimana??

    BalasHapus
  16. baiklah, jika dewi senja sudah meminta, :-D

    alkisah suatu masa yang tak ada dalam sejarah,
    bumi belum tercipta dan yang ada hanyalah kosong yang resah,
    kemudian Yang Maha bersabda: jadilah bintang kejora
    supaya terang mengada!

    supaya terang baka, dewa hesper didaulat untuk menjaga angkasa,
    bersama apel emas, ditemani sang naga,
    jauh, jauh hari kelak apel emas itu menjadi sumber perang di muka bumi
    yang diabadikan penyair homer, perang troya, yang terjadi

    hanya karena dari satu pertanyaan: siapakah yang tercantik, o, pangeran paris?
    dia memilih kecantikan ragawi, dan terciptalah perang yang bengis,
    karena dia lupa menatap gemintang yang datang setiap siang pergi,
    dan dewi senja putri dewa hesper menyalin baris puisi...

    BalasHapus
  17. Nice...itu alkisah yunani kuno,bukan?

    BalasHapus
  18. yoa, dari sana kisah yang seringkali ditemukan dalam puisi bermula, ;-)

    BalasHapus
  19. Kamu tertarik dengan cerita-cerita yunani kuno krna puisi berawal dari situ? Pdahal puisi juga bisa berlatar belakang kisah-kisah si penulis. Artinya yunani kuno dan sekarang itu sama?

    BalasHapus
  20. tentu saja pendapat bahwa seseorang menulis puisi berdasar kisah pribadi merupakan pendapat yg tak tergoyahkan, tapi puisi punya karakteristik spesial untuk mengatakan a dengan memanfaatkan segala pemisalan yang mungkin dari b sampai z: kiasan, simbol, perbandingan, ;-) dari sanalah kisah2 masa lampau bisa berguna bahkan ketika dewi senja menulis puisi tentang cinta misalnya, bisa saja dia mengambil kiasan dari kisah cinta zeus dan hera, misalnya lho, :-D

    BalasHapus
  21. Haha nah itu poinnya. Apakah kehidupan sekarang ini merupakan dejavu??

    BalasHapus
  22. ah, dejavu itu hanya tanda bahwa hubungan darah dengan nenek moyang tak pernah benar2 terputus. jika mempercayai reinkarnasi aku kuatir di kehidupan silam aku ini kambing yang disembelih besok, hes, :-D

    BalasHapus
  23. yang jelas sastra mengajarkan untuk tidak selalu mempercayai sesuatu yang nampak tapi juga sesuatu yang tak nampak, :-D

    BalasHapus
  24. Gaib bukan berarti tak ada kan yaa kmu benar..

    BalasHapus

© 2013-2017 Dunia Hesti. Diberdayakan oleh Blogger.