Cinta ???

/
15 Comments


Pernahkah kamu terabaikan oleh cinta?
Pernahkah kamu ketergantungan akan cinta?
Pernahkah kamu seolah-olah kosong tanpa cinta?

Jika, ‘iya’…
Kau sama denganku.

Bagaimana mungkin cinta bisa sekejam itu
Semenyakitkan itu ketika si pecinta mengandaikan keabadian
Apa itu sebuah kekeliruan?
Apa itu sebuah dosa?

Jika, ‘iya’
Sadarkan aku.

Sadarkan bahwa cinta itu semu
Bahwa semu itu takkan abadi
Lalu, apakah keabadian tak pernah ada?
Apakah keabadian hanya ada dalam dongeng?

Jika, ‘iya’
Izinkan aku hidup di negeri dongeng.

Dimana hidup Putri selalu berakhir bahagia bersama Pangeran
Putri yang selalu berwatak baik
Putri yang berpembawaan sabar
Putri yang mempercayai bahwa hidupnya akan berakhir indah

Mampukah aku seperti Putri dalam dongeng-dongeng sebelum tidur?
Mampukah aku menjadi Putri dongeng yang menginginkan kebahagiaan hakiki?

Tentu saja kau akan menjawab, ‘tidak’.

Hidup tak sebecanda itu.
Hidup takkan sama laiknya dongeng
Dongeng kanak-kanak sebelum tidur
Dongeng yang selalu dijejalkan Bunda ketika menjelang malam
Alkisah-alkisah sederhana yang berakhir bahagia

Dongeng membuat generasi mati
Mati dan hanya berandai-andai akan indahnya keabadian
Sekali lagi—sebuah pengandaian

Dongeng tetaplah dongeng
Seindah apapun cerita di dalamnya
Itulah dongeng
Khayal, semu, abu-abu, dan tak pasti

Lalu apakah aku adalah bagian dari dongeng itu???


You may also like

15 komentar:

  1. freud pernah bilang bahwa cinta itu mengandung dua aspek sekaligus: aspek eros yang konstruktif, dan aspek thanatos yang destruktif. jika ada subjek yang paling misterius untuk umat manusia maka itu adalah cinta. setiap kita pasti mengejar kebahagiaan, tapi kita kadang lupa untuk sesekali mendengarkan bisik angin: kebahagiaan itu adalah ombak pantai, ia kadang surut dan ia kadang pasang, hanya mereka yang mendengarkan dongeng angin sambil memilih karang yang tepat untuk berpijak yang bisa bertahan dari pasang dan surut...;-)

    BalasHapus
  2. Masalahnya sekarang ini manusia sibuk berkata-kata tanpa pernah mendengar kata-kata dari siapa pun. Ketika manusia 'tersakiti kecewa' baru ia mengadu pada Sang Maha Bijaksana untuk memohon dan berkata-kata lagi 'cobaan apa ini Tuhan'. Manusia tak tahu diuntung.

    BalasHapus
  3. ah, tak semua manusia sebenarnya, ada manusia yang ketika kecewa mereka malah meninggalkan tuhan, aku pernah mengalaminya, tapi kemudian dia berubah: semakin dia gembira semakin dia mengingat tuhan. bukankah iman itu pasang dan surut seperti ombak laut? bukankah iman itu, seperti kata amir hamzah, si pangeran penyair dari kelantan, adalah "bertukar tangkap dengan lepas"? tuhan tak pernah marah walau kita terkadang lupa dan terkadang mengingat-Nya. ia tahu kita manusia: kadang protes, kadang nrimo ing pandhum, :-)

    BalasHapus
  4. Kau benar :))
    Tapi apa itu permainan Sang Maha untuk membolak-balikkan hati manusia? Toh semua skenario bermuara pada-Nya.

    BalasHapus
  5. hanya orang tertentu yang diperbolehkan mengintipnya, dan percayalah, mengetahui skenario-Nya sama sekali tak menarik...

    BalasHapus
  6. Jadi? Kita nikmati saja skenario-Nya? Keakuannya atas manusia?

    BalasHapus
  7. tentu saja, sesekali memprotes sih gak apa2, tapi yang jelas mengetahui masa depan justru membuat hidup tak menarik, ;-)

    BalasHapus
  8. Iya. Krna sudah semestinya masa depan itu menjadi misteri

    BalasHapus
  9. nah itu baru the rain banget: "dan biar esok menjadi misteri"...#lagu judulnya apa coba?

    BalasHapus
  10. rasa penasaran itu memang menyenangkan ya, ;-) #udu kui judule woyy, :-D

    BalasHapus
  11. bukan kok, judulnya tu anonim, :-D

    BalasHapus
  12. Itu kotak komen di atas komenku heh

    BalasHapus
  13. oh iyakah? #pura2 heran, XD

    BalasHapus

© 2013-2017 Dunia Hesti. Diberdayakan oleh Blogger.