Nak...

/
8 Comments


Nak, taukah kau usia berapa cinta itu menghampirimu?
Nak, ingatkah kau kapan kau terakhir jatuh cinta?
Nak, masih membekaskah kapan terakhir kau tersakiti?
Semua bab soal cinta.

Nak, kau terllau dini untuk mengerti kerasnya cinta.
Kau tak kan mampu menyelesaikan hal dengan pergi dan berganti begitu saja
Cinta tak sebecanda itu.

Nak, duniamu adalah dunia dimana kau bergelora
Darah segar yang harusnya kau tumpahkan untuk mereka yang membuka tangan
Tangan penuh belas kasih dari anak muda sepertimu

Nak, cinta takkan memberimu kepuasan
Batin, syahwat, pikiran.
Malahan sebaliknya

Nak, kau anak muda penuh gelora
Mimpi dan cita harus kau genggam
Genggam kuat dan bangkit dari tetek bengek soal ‘cinta’

Nak, cinta takkan membuatmu meraih citamu
Cinta dan cita tak bisa berjalan beriringan
Kecuali kau berhasil dalam cita
Kemudian cinta yang baik akan menghampiri

Anakku anak muda yang penuh asa,
Jangan biarkan waktumu yang terbatas ini terbuang sia-sia
Banyak cara yang mestinya kau raih
Kau kejar.
Berkarya adalah dunia anak muda yang harus kau ukir.



You may also like

8 komentar:

  1. ada lima tema puisi yang abadi dari penyair zaman dahulu sampai sekarang: cinta, maut, ketuhanan, kelahiran, kesepian, dan keindahan alam (eh, enam ternyata, :-D)

    BalasHapus
  2. Aku saja tak cukup paham dengan puisi yg ini masuk genre yg mana hehe

    BalasHapus
  3. oh, menurutku masuk ke tema cinta dan kesepian: tokoh dalam puisi ini merasa kecewa tentang cinta, dia tidak menggunakan kata "aku" karena dia mengandaikan bahwa dirinya dinasehati orang lain atau sedang menasehati bagian lain dari dirinya sendiri. dia menjaga jarak dan itu menunjukkan dia sudah bisa mengontrol emosinya tidak seperti di puisi yang terdahulu, :-) kemudian si tokoh ini memutuskan untuk mengalihkan pikiran dia yang pernah tertuju sepenuhnya pada cinta menjadi pada cita. pengalihan semacam itu masuk akal secara psikologis sebagai upaya menghindari kecengengan yang menjadi ciri khas si bungsu dan terutama wanita. kesepian? tentu saja berkarya bisa menjadi pengisi kesepian yang ada di rongga dada: seorang penulis cenderung merasa lega setelah karyanya tercipta.

    BalasHapus
  4. yap. totally agree.. coba lihat fenomena sekarang-sekarang ini, ketika galau melanda banyak terlahir penulis-penulis. Ya meskipun mereka menulis tentang kekecewaan, kegalauan, dsb dan benar mereka merasa lega ketika tulisan itu tercipta. Karena apa, karena ketika mulut yang berbicara tak lagi didengar, tulisan adalah media untuk menumpahkan segalanya.

    BalasHapus
  5. dan plato-lah yang pertama bilang: "ketika bersentuhan dengan cinta, manusia cenderung menjadi penyair", ;-)

    BalasHapus
  6. ahh nampaknya kamu banyak melahap buku ya. bolehlah sharing :)

    BalasHapus
  7. eh, gak juga, biasanya bukunya yang nawarin dilahap, XD

    BalasHapus

© 2013-2017 Dunia Hesti. Diberdayakan oleh Blogger.