Aksara Senja

/
7 Comments
Senja kala itu
menyeruak menghambur tak terperi
sekali dua ku dapati ekor mata gelas
mengintip di balik lalu lalang deru aksara
tak ayal jarak satu deka meter
dalam kerumunan aksara;
menyapa.
Kala senja jatuh di singgsana
sudi ku sunggingkan senyum.
Sebab kita tak perlu beraksara
membiarkan senyum senja menumpah sesorean
intaian dawai lorong bergemuruh
menjarahi sesak arteri.



You may also like

7 komentar:

  1. Lanjutin ya:

    Ya, kita tak butuh aksara, karena makna bisa sampai
    Lewat tatap hening senja,
    Semilir angin yang dibawa rimbun
    Pohon angsana.

    Maka berteduhlah, di bawah langit sore, rimbun angsana
    Yang kutanam sambil menanti tiba
    Warna lembayung, menghapus murung mencipta senyum,
    Percaya bahwa duka di awal pagi
    Akan lenyap seiring sore berganti
    Senja.

    Dan senja selalu tersenyum...

    BalasHapus
  2. Makna bisa sampai lewat tatap hening senja... *superb :)

    BalasHapus
  3. lanjutkan? ahh aku tidak bisa melanjutkannya :D

    BalasHapus
  4. Hahaha, baiklah, baiklah, puisi baru ya #request

    BalasHapus

© 2013-2017 Dunia Hesti. Diberdayakan oleh Blogger.