IMGTC Bersama ECC Jogja: Mengenal, Berbagi dan Berdedikasi

/
0 Comments

Hari Sabtu, tanggal 11 Desember 2016. Perkenankan saya, mewakili seluruh teman-teman panitia pelaksana Talk Show Indonesia Mengajar Goes To Communities Bersama ECC Jogja berbagi kisah. Semoga menginspirasi dan menggerakkan aku, kamu dan kalian semua....
Indonesia memiliki tujuan mencerdaskan kehidupan anak bangsa seperti yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV. Salah satu cara untuk mewujudkannya yaitu melalui pendidikan. Pendidikan adalah suatu proses perubahan sikap dan tata laku seseorang dalam usaha pendewasaan melalui upaya pengajaran. Melalui pendidikan lah seseorang akan menjadi agen perubahan suatu negeri. Dalam upaya mendidik, peran pendidik dan pengajar menjadi penting. Keduanya memiliki perbedaan, bahwa pengajar adalah proses menransfer ilmu. Sedangkan pendidik tidak hanya sekadar memberikan ilmu untuk seseorang tetapi juga sekaligus memberikan nilai-nilai moral dan akhlak. Pendidikan yang menyejahterakan bukan hanya yang memiliki latar belakang kemewahan dan serba mahal. Tetapi, bentuk pendidikan yang suka rela yang merupakan suatu dedikasi penuh terhadap anak bangsa menjadi kunci utama.
ECC SUKA mengajar merupakan kegiatan yang bergerak dibidang sosial pendidikan yang diinisiasi oleh komunitas ECC. ECC merupakan salah satu komunitas yang ada di jurusan Sastra Inggris UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bermula dengan latar belakang sosial pendidikan ini, komunitas ECC melakukan kerja sama dengan Indonesia Mengajar. Indonesia Mengajar merupakan sebuah gerakan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk bergotong royong memajukan pendidikan Indonesia. Indonesia Mengajar melaksanakan rangkaian roadshow ke komunitas dan kampus, salah satunya yaitu ECC. Dalam hal ini, ECC dan Indonesia Mengajar dapat membentuk sebuah forum diskusi tentang pendidikan.
Forum diskusi tentang pendidikan diwujudkan dengan diselenggarakannya Talk Show Indonesia Mengajar Goes To Communities bersama ECC dengan tema “Dedication in Education: The Spirit for Bright Future”. Talk Show ini berhasil diselenggarakan pada hari Minggu, 11 Desember 2016 di Teatrikal Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Acara ini diikuti oleh kurang lebih 50 peserta yang hadir dari 100 peserta yang mendaftar. Peserta Talk Show mayoritas merupakan mahasiswa dari berbagai kampus di Jogja. Meskipun ada beberapa peserta dari umum. Pengisi Talk Show ini adalah Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar berjumlah tiga (3) orang yaitu: Kurnia Widyastuti, Asep Ismail dan Miranda Yasella. Kurnia Widyastuti  merupakan PM angkatan 8 dengan daerah penugasan kabupaten Fakfak, Asep Ismail yaitu PM angkatan 8 dengan daerah penugasan kabupaten Kapuas Hulu sedangkan Miranda Yasella merupakan PM angkata 10 untuk daerah kepulauan Yapen. Acara ini diselenggarakan karena munculnya kekhawatiran mengenai dunia pendidikan. Dunia pendidikan saat ini hanya money oriented. Padahal pendidikan juga mampu diwujudkan dengan cara lain yaitu dalam bentuk dedikasi.
Untuk memberikan kesadaran terhadap anak muda, para Pengajar Muda yang sudah merupakan alumni Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar menceritakan pengalaman mereka. Pengalaman menjadi pendidik di 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) tentu berbeda dari biasanya. Kehidupan daerah 3T ialah daerah yang jauh dari unsur hingar-bingar seperti kota-kota besar, perkembangan teknologi yang tertinggal, dan pendidikan yang masih jauh dari layak. Pahit dan manis pengalaman bertugas di daerah 3T dibagikan kepada seluruh peserta. Hal ini bertujuan agar peserta mempunyai kesadaran untuk turut serta mencerdaskan anak bangsa yang mana jauh dari jangkauan teknologi maupun kemajuan lainnya.

Dunia pendidikan membutuhkan peran serta anak muda yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian. Agar seluruh anak bangsa mendapatkan hak pendidikan secara merata untuk masa depan yang lebih baik. Dengan berlangsungnya acara ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran generasi muda dalam pengabdian terhadap dunia pendidikan Indonesia.




You may also like

Tidak ada komentar:

© 2013-2017 Dunia Hesti. Diberdayakan oleh Blogger.