Mengenai Saya
- Dunia Hesti
- I'm not fond of people. I just try to be useful for them. No matter what they say, just be what I want to do. Seeker, survivor, ambitious, cheerful.
Entri Populer
Translate
Moto Hidup Hesti
LIFE MUST GO ON !
THINK POSITIVELY AND STAY HUSNUDZON
THINK POSITIVELY AND STAY HUSNUDZON



bagus, bacanya asyik, :-D
BalasHapusAnonim pasti bisa memaknai itu kan?
BalasHapusyah, si bungsu yang kemarin meratapi dunia yang suram dan memanggil-manggil ibunya, sekarang sepertinya sudah memandang dunia lebih indah karena pelangi, ;-) #edisi malmingkah ini?
BalasHapusHaha begitulah. Apalagi kalau lihat bahu yang sandar-able kan jadi makin melow :"
BalasHapushahaha dasar, happy sandar2an lho ya, :-D
BalasHapusAda gtu yg mau nyandar aku? Yg ada tumbang semua :v
BalasHapussini sini nyandar di anonim, seperti hujan bersandar pada awan yang berarak, :-D
BalasHapusBersandar bersama bayang 'anonim'
BalasHapusNim anonim kamu siapaaa....
aku...adalah malam, gelap yang tercipta
BalasHapussaat dewi senja melintasi gerbang merah rembang petang, ;-)
Kenapa harus menjadi malam? Yg serba abu-abu. Kenapa?
BalasHapuskrn hanya mrk yg melihat malam yg tak akan terpesona tawaran palsu mewahnya siang, ;-)
BalasHapusAku menyukai malam. Tapi tak jarang aku menangis, menyumpahi, dan gundah saat malam. Malam itu magis, sunyi, damai.
BalasHapusitu sih tanda2 insomnia, hes #siul2
BalasHapusInsomnia itu tidak mengenakkan. Sungguh nim anonim :''
BalasHapustentu saja, malam ini aku mengalaminya lagi, brrr
BalasHapusNim...kenapa kamu tak membuka topengmu lalu kita mulai berteman ?
BalasHapusnunggu dibuka, :-D
BalasHapusKamu ngakuuu
BalasHapusoh, belum waktunya, nunggu momen, dewi senja, santai to, :-D
BalasHapusMomen yang seperti apa lagi. Momen itu diciptakan atau datang tiba-tiba?
BalasHapusmomen yang datang tiba2 lebih menyenangkan, karena kesan yang tercipta tidak artifisial, seperti puisi, :-)
BalasHapusKmu benar :)
BalasHapusTpi bicra soal puisi artificial, terkadang puisi itu menjadi gambran masa depan loh. Ya jdi kyak ramalannya si penulis. Kadang tapi...hehe
itu mungkin karena puisi pada awalnya punya aspek magis dari ritual purba. ilham yang datang bagi penyair kan sering dianggap dari sumber yang mistis juga, karena itulah dalam puisi inggris purba ada panggilan pada muse sebagai dewi pemberi ilham, dalam puisi parsi ada panggilan pada shaki sebagai dewa pembawa anggur sama kayak dyonisus dalam mitos yunani, atau dalam puisi kristen ada panggilan pada holy muse yang dianggap sebagai tuhan/roh kudus, dalam puisi islam terkadang ditemukan pujian pembuka terhadap tuhan, :-D aku suka puisi karena puisi itu gak bisa diatur, bahkan meski kita misalnya ingin menulis "begini" tapi kadang "hasil tulisan" beda dengan yang kita inginkan. puisi bisa jadi opsi untuk dunia modern yang serba teratur, canggih, tertib, membosankan, :-D
BalasHapusDahsyattttt *prokprok* nampaknya aku bisa mengajukan proposal bimbingan denganmu anonim (?)
BalasHapushaha, thank you, dewi senja, dunia akademik bukan duniaku, :-D
BalasHapusBimbingan puisi (?)
BalasHapusemang hesti bahas puisi toh?
BalasHapusPuisi...puisi itu tak seharusnya masuk ke jalur akademik kan
BalasHapuskalo berhubungan dengan pembuatannya sih mending gak masuk jalur akademik, tapi kalo kritiknya gak apa2, dewi, :-D
BalasHapusKarna sedikit fakultas sastra yg menghasilkan sastrawa. Tapi kritikus banyak. Yakan?
BalasHapusbukan, tapi karena puisi gak bisa diatur, tapi kritik sastra masih bisa diatur dikit2.
BalasHapuskritikus sastra kelahiran akademik dikit kok, di indo khususnya, yang terkenal paling budi darma, bakdi soemanto, sapardi, soebagio, joko pradopo, sama mahayana. sastrawan yang dapet kesastraannya dari akademik juga lebih sedikit, :-D #tumben muncul jam segini?
Hesti tau sedikit2 tentang tokoh itu, tapi kalo mahayana blm pernah denger hehe
BalasHapusKenapa? Kamu kayak hafal jadwalku aja :p
maman s mahayana, dosen sastra ui, ;-)
BalasHapushafal lah, sering2e muncul pagi sama malam, XD
Ohh.. Baru tau..
BalasHapusKamu biasanya siang juga sembunyi :D
tapi tulisannya akan janggal saat dibaca oleh orang yang belajar teori sastra dari sumber luar. why? misalnya saat beliau menghantam teorinya barthes tapi cuma berdasarkan terjemahan tulisan barthes yang dicantumkan di buku beliau ini. yah, sayang sekali terjemahannya ada bagian yang salah total, jadi conclusion beliau pun jelas salah juga, ;-) yes, it is indonesian literary criticism world: mirai isin kadang2, ;-(
BalasHapusah aku sih anti jadwal rutin, membosankan, kapan saja pengen ya muncul, :-D
Ehem...kamu sudah baca karya2 mereka? Kalau kita belajar sastra inggris tpi kita punya bahasa ibu bahasa indonesia sebenarnya salah gak sih?
BalasHapuskita? :-D
BalasHapusyah, budi darma keren, favoritku, dia kalo ngomong keras, kadang atos, background teori kuat, pradopo dan bakdi sebagaimana para lulusan sastra gajah mada mereka kuat di stukturlisme dan semiotik, sapardi jrg bicara teori tapi sebagaimana mahayana dia jago soal historitisitas sasind, subagio lumayan spesial karena kuat dalam teori sekaligus juga mengikuti perkembangan sasind dulu.
lho yo gak salah lah, orang chairil saja baca karya luar kaya rilke sama hemingway, goenawan mohamad baca dickinson, rendra baca lorca, kalau gak belajar dari sastra luar, sasind akan bertahan pada bentuk pantun dan kakawin yang sangat dikekang peraturan pembuatan, :-D
Haha ketjeee badaiii *tons of thumbs*
BalasHapusBeraarti mereka gak semua dari background sasind ya?
enggak, menutup diri dari sastra asing hanya akan menimbulkan kemandekan, sastrawan2 indonesia harus tahu sastra asing juga, karena walau bagaimanapun sejarah sastra barat misalnya jelas lebih panjang. puisi dengan bentuk aneh2 yang dibikin remy sylado tahun 70an yang disebut pembaruan itu sebenarnya di inggris sudah ada abad ke-17, muhammad yamin bisa bikin soneta dalam bahasa indonesia karena belajar dari soneta shakespeare, rendra bikin balada juga oleh2 mukim di amrik, :-) yang patut disesalkan itu justru banyak sastrawan indo yang malas belajar bahasa inggris, baca buku cuma dr terjemahan yg kadang ngawur, kan repot tuh
BalasHapusSayangnya kesempatan untuk belajar di luar tidak semua di dapat sastrawan ind. Haha aku loh baca terjemahan :D
BalasHapusterjemahan yg bagus sih gak apa2, :-) lagian maksud "belajar" itu gak harus pergi ke luar, yang penting bisa ngakses source sama bisa bahasa inggris, gitu saja
BalasHapustapi hesti kan baca alchemist-nya paulo coelho asli kan? :-D
Loh ko anonim tau? Spy ya?
BalasHapusIya asli tapi pinjem temen haha
tau lah, aku kan di sampingmu saat kamu baca...prekkk, hahaha
BalasHapusaku suka buku itu, gayanya coelho kan sama dengan gaya novelis favoritku gabo sama salman rushdie, ;-)
Haha salman rushdi yg the satanic verse udah baca?
BalasHapusudah dewi, novel yang liar, ;-)
BalasHapusHaha beberapa temanku juga. Dan aku 'nafsu' untuk membacanya
BalasHapusbelum baca toh? lumayan tebel, banyak kosakata yang aneh, dan juga urut2an plotnya yang tumpuk2 membutuhkan perjuangan keras untuk menamatkannya, hahaha.
BalasHapusyang midnight children juga bagus, aku sdg ngumpulin karya dia, :-D
Awww... Pinjami aku pinjami aku :v
BalasHapushahaha, satanic kemaren ketinggalan di rumah, :-D
BalasHapusYaaaahh :(
BalasHapusceppp ceppp, bulan depan mudik kok bisa kuambilin, dewi senja, ;-)
BalasHapusHaha lama lah :/
BalasHapuswooo jangan salah, koleksiku selalu original, itu buku termahal yang pernah kubeli, :-D versi kw kan banyak di fotokopian, :-D
BalasHapusHaruskah aku nunggu buku anonim sebulan ? Heuh
BalasHapusmembaca versi original itu lebih menyenangkan daripada versi kw, hohoho
BalasHapusnovel favoritmu opo e? tere liye? XD
Opsss...itu dulu dulu ya dulu haha
BalasHapuscie, mantan penggemar tere liye, :-D
BalasHapusHaha kamu tau ihhh maluu /.\
BalasHapuskenapa malu hes? kan tere liye tu penggemarnya banyak banget, hahaha, aku punya teman yang merasa bangga soale dia udah punya koleksi lengkap tere tuh....
BalasHapusDulu pas masih labil lah. Sekarang malu kalo baca buku tere liye aja dibangga-banggain. Padahal banyak bku sastra lainnya. Ku mah apa :')
BalasHapussetujuuu, hahaha, hidup hesti, :-D
BalasHapusSelama kamu masih bisa baca tulisanku selama itu pula aku masih tetap hidup :'')
BalasHapuseh, itu kira2 sama dengan semboyan blog ini, hahaha
BalasHapusNah... hehe
BalasHapus