Dialog dini hari

/
24 Comments
Tuhan, boleh aku cerita?
Bukan untuk berkeluh kesah seperti dulu.
Inginku banyak dan penerimaan yang sulit.

Tuhan, boleh aku bertanya?
Mengapa harus ada Adam dan Hawa?
Yang keduanya tak mampu menahan godaan syaitan,
Hingga akhirnya tertularkan pada generasi seperti kami—manusia.

Tuhan, boleh aku istirahat?
Sejenak, lalu kembali ke masa kecil
Dimana hal paling sakit adalah ditinggal ibu membeli sayur.

Tuhan, boleh aku memohon?
Kembalikan aku ke masa kanak-kanak, lugu nan polosku.
Dimana ayah selalu membopongku di pundaknya.

Tuhan, boleh aku meminjam?
Pinjam tinta-Mu,
Untuk ku tuliskan orang terkasih di Lauh Mahfuz-Mu

Tuhan, boleh aku bercakap dengan-Mu?
Mengadu atas sombongnya ciptaan-Mu terhadap sesamanya,
Yang tak mau mendengar apa yang tidak ingin didengar.

Tuhan, berikan aku pengertian
Bahwa dunia tempat orang-orang baik yang harusnya bersemayam.
Bahwa, mimpi mereka ‘surga-Mu’
Bahwa pencapaian baik di dunia juga pencapaian di surga-Mu

Tuhan, izinkan aku bersandar.
Memejamkan mata, lalu kita berdialog
Dialog penghantar tidur menuju singgasana-Mu.


You may also like

24 komentar:

  1. Ada banyak tafsir utk puisi ini, aku gak berani menyajikan satu di antaranya, soalnya tafsirku kdg trlalu liar, :-D

    BalasHapus
  2. Pernah baca trilogi novel "cintaku di kampus biru" hes?

    BalasHapus
  3. Pernah lihat di perpus univ terus aku ambil terus aku baca sekilas terus aku kembaliin hahha. Kampus biru itu ugm kan?

    BalasHapus
  4. Iya, trilogi lho itu, "cintaku di kampus biru", "kugapai cintamu", sama "terminal cinta terakhir". Dr novel itulah kmd ugm tenar dg nama "kampus biru". Dan itu salah satu novel favoritku, :-D saat baca tulisanmu di atas, aku terkenang tokoh d trilogi itu, namanya widuri, entah kenapa, dan lebih entah knp lg td mlm aku mimpi bertemu dia tp kok wajahe hesti, hahaha. Mgkin aku benar2 galau, :-D

    BalasHapus
  5. Nah cintaku di kampus biru nya ashadi itu yg pernah aku pegang. Pegang doang :v
    Demi apa nim? Jgn2 semalem pas aku posting ini aku lagi ngeluyur di mimpimu. Haha dipengaruhi alam bawah sadar kyak teori structuralism=unconscious. Apasih ini :D

    BalasHapus
  6. Padahal kisah widuri yg kumaksud bermula dr jilid 2 dan 3, hahaha. Cuma ada 2 cewek yg kukenal yg tahu saat kutanya "cintaku di kampus biru", yg 1 ilang jauh, yg 1 hesti, :-D
    Demi hyang widhi, ;-) aku jrg sumpah, makane sekali sumpah pasti tnanan, hahaha
    Strukturalisme, melogiskan mitos, :-D

    BalasHapus
  7. 'ilang jauh' nya kemana? Haha
    Iya bner sih melogiskan mitos, semua cerita intinya pasti sma harus ada klimaksnya klo gak pasti bosen.

    BalasHapus
  8. Well, dia lelah menghadapi kucing melankolis yang hanya bisa ngobrol tentang sastra, ;-)
    Tapi jgn trll fokus pada klimaks, krn cerpen kawabata misalnya, klimaksnya diserahkan pada imajinasi pembaca, :-D

    BalasHapus
  9. Sepertinya aku tu loh nim haha
    Kawabata? Aku baru tau. Tapi pernah denger ada cerita yg klimaksnya diserahkan pembaca. Tpi blm pernah nemu aja

    BalasHapus
  10. Kamu kucingnya atau yg ninggalin kucingnya hes? Hahaha
    Kawabata tu org jepang yg dpt nobel sastra, cerpen2nya jrg yg ada klimaks rampung, nggantung melulu. Trakhir dy mati bunuh diri, :-D

    BalasHapus
  11. Gatau siapa yang ninggalin siapa haha
    Terjemahan?

    BalasHapus
  12. yup, terjemahan, kualitasnya bagus, tp belum terbit, baru pra cetak, aku diminta ngasih pengantar dan ngeditori, :-D

    BalasHapus
  13. Waahh asik ya kerjamu nim. Baca buku terus :')

    BalasHapus
  14. Well, itu jenis pekerjaan yang membuatku yakin bahwa "kebahagiaan itu bukan semata soal materi", dewi, ;-)

    BalasHapus
  15. Iya betul. Kebahagiaan itu dari sini *nunjuk hati* :D

    BalasHapus
  16. Hati si bungsu, ;-)

    BalasHapus
  17. Bukan sih. Hati ayam :v
    Niimm kenapa ketika bahagia orng2 sering gak produktif nulis?

    BalasHapus
  18. Hahaha, enak hati puyuh, :-D
    Karena salah satu motivasi org menulis adl utk menghibur diri sendiri, dg kata lain, utk mencapai kebahagiaan, maka ktk org sudah mndptkan kebahagiaan itu, motivasi mrk pun kendor. Maka ktk sdg bahagia, kita harus mencari motivasi lain buat nulis, misalnya dg ikut lomba, atau nulis puisi utk org yg kita cintai. Bukankah romantis ktk kita punya kekasih misalnya, trus kita bikin puisi buat dy, kmd ktk kita capek nulis ada tempat buat kita bersandar? Hal2 semacam itulah yg kdg dilupakan org yg sdg bahagia, ;-)

    BalasHapus
  19. Aku pernah :')
    Bukan puisi tapi 100 sajak pendek sebagai kado diusianya yg baru. Aku melakukannya bahagia dan sedih, tapi terlihat diksinya beda ketika memang menulis untuk menghibur dan menulis ketika bahagia. Tapi ya sudahlah. Semoga buku itu masih dia simpan (setidaknya aku pernah berbagi kisah melalui tulisan)
    *jgn melow Hesti jgn melow*

    BalasHapus
  20. wah itu bakalan jd hadiah yg sgt menyenangkan menurutku, :-)
    jiwa melownya muncul nih, pdhal bkan malming, hahaha

    BalasHapus
  21. Ahh itu hal yg relatif lagi. Menyenangkan buat anonim blm tentu menyenangkan untuk yg lain.
    Mungkin sisa sisa melow semalam atau tak sengaja melihat postingan dia. Perlu di garis bawahi tidak sengaja. It means that Hesti tidak stalking.

    BalasHapus
  22. Iya sih, hehe
    Iya hesti, santey, santey, tarik nafas dalam2, minum air putih, :-D

    BalasHapus

© 2013-2017 Dunia Hesti. Diberdayakan oleh Blogger.